Rabu, 30 April 2014

Iskandar Hamzah: Satu Mei

Iskandar Hamzah: Satu Mei: 1 Mei 2014                                                                          Satu Mei. Hari ini adalah Hari Buruh Satu Mei. Kaw...

Satu Mei

1 Mei 2014
           
                                                             Satu Mei.

Hari ini adalah Hari Buruh Satu Mei.
Kawan-kawan Buruh dalam jumlah ratusan ribu berpawai diberbagai kota diseluruh Tanah Air, menunjukkan keperkasaan Buruh bersatu, sambil mengumandangkan tuntutan para Buruh  untuk perbaikan nasib dan kwalitas hidup. Tuntutan itu pada intinya adalah kenaikan upah, yang setiap tahun tambah meningkat.
Namun nasib Buruh sejak dahulu ya begitu-begitu saja bahkan dengan adanya pertambahan penduduk kecenderungannya akan makin memburuk. Apa sebabnya ?

Seandainya Pemerintah pro Buruh dan upah buruh minimum dinaikkan, maka sebelum para buruh menikmati kenaikan upah itu, harga-harga barang kebutuhan sehari-hari sudah mendahului naik, sehingga kebutuhan buruh lagi-lagi tidak tercukupi. Maka bagaimana untuk mengatasinya ?

Strategi Pembangunan Pemerintah haruslah dirubah.  Kalau saat ini Pemerintah selalu berkutat untuk bisa memenuhi tuntutan Buruh akan kenaikan upah, yang selalu tidak dapat mengejar kenaikan harga-harga kebutuhan sehari-hari, mengapa tidak diarahkan ke sebaliknya ?

Apabila harga-harga barang terutama kebutuhan pokok dapat diturunkan, maka upah buruh yang dipatok dengan tingkat UMK/UMP saat ini akan relatif bertambah nilainya.  Untuk mencapai hal itu diperlukan prakarsa pemerintah untuk meningkatkan produksi pangan (Pertanian, Peternakan, Perikanan) dengan besar-besaran. Tentu dalam hal ini Pemerintah yang akan datang perlu menyertakan modal, mengerahkan BUMN-2 , melakukan kontrol yang sangat ketat dan turun kebawah (Turba) agar tidak terjadi penyelewengan dan korupsi dalam pelaksanaannya. Subsidi dibidang produksi Pangan tersebut harus dilaksanakan dengan intensif.  Kebutuhan pokok yang lain adalah sandang, sehingga disinipun Pemerintah harus turun tangan dan memberikan subsidi dan penyertaan modal maupun managegment.

Tentang pelaksanaan teknisnya tentulah dapat dibahas lebih lanjut secara rinci, termasuk perhitungan-perhitungan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri agar sedapat mungkin menghindarkan impor kedelai misalnya.

Namun Bangsa yang besar ini tentu mampu untuk bangkit dan membangun Negara Indonesia yang Adil dan Makmur, asalkan menempuh strategi yang tepat.

Merdeka !

Minggu, 13 April 2014

Menangapi Posting Bapak Hendrotan tentang Keppres no. 12 tahun 2014.

Surabaya 14 April 2014.

      

       Menanggapi posting Bapak Hendrotan tentang KEPPRES no 12. tahun 2014.

Presiden Republik Indonesia Bapak Susilo Bambang Yudhoyono tanggal 14 Maret 2014 yang lalu telah
mengeluarkan Keputusan Presiden no. 12 tahun 2014, berupa Pencabutan Keputusan Presidium Kabinet
tahun 1967 tentang istilah Cina, dan mengembalikan ke sebutan asal sejak Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 45 yaitu : Tionghoa, dan Tiongkok.

Keputusan yang bijaksana ini telah disambut dengan gembira oleh seluruh masyarakat Tionghoa di Indonesia dan juga akan sangat memperbaiki hubungan diplomatik dan persahabatan kedua negara RI-RRT.
Patut dicatat perubahan penyebutan Tionghoa dan Tiongkok menjadi Cina pada tahun 1967 itu dilakukan pada saat kekuasaan Orde Baru, yang sangat menyakiti perasaan warga Tionghoa umumnya dan juga mengganggu hubungan persahabatan dengan RRT.

Kini setelah lewat 47 tahun lamanya, dan negara kita telah berada didalam alam Demokrasi, dan pemerintahan Orde Baru telah tidak ada lagi, Bapak Presiden telah mengambil keputusan yang sangat bijaksana dengan mengeluarkan Keppres no.12/ 2014 tersebut, tentunya ini harus di apresiasi sangat tinggi.

Sangatlah absurd dan tidak bijaksana untuk mengungkit dan membuka-buka luka lama hanya sekedar untuk
mencari popularitas semata, lebih-lebih dengan membangkit-bangkitkan semangat Rasialisme yang akan memecah belah semangat Persatuan semua suku di Indonesia yang saat ini sudah terbina.

Sekarang ini di tahun 2014 ini, generasi muda Indonesia dari semua suku dan asal keturunan sedang bekerja keras dan berjuang bersama untuk membangun tanah air menuju negara modern yang maju, adil dan makmur
diantara bangsa-bangsa didunia.
Sudah seharusnya hanya pemikiran-pemikiran positif yang mendukung persatuan dan kesatuan bangsa, dan juga yang mendorong persahabatan dengan semua negara yang lain yang dikemukakan.

Adalah kiranya sangat aneh apabila kritik dan ketidak setujuan terhadap Keppres no 12/2014 tersebut dikeluarkan oleh seseorang yang nota bene ber Etnis Tionghoa sendiri.  Ini tentunya sangat tidak dimengerti, dan absurd.

Kini generasi muda Indonesia telah berbaur dan tidak memiliki prejudice ras lagi, kita telah berintegrasi, berinteraksi, dan berasimilasi secara alamiah, bahkan sudah tidak mengetahui prasangka ras satu sama lain.
Apakah generasi tua layak membangkit-bangkitkan dendam masa lalu lagi ?
Inilah yang dinamakan berdosa terhadap generasi muda !  Juga berdosa terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia !

Maka apabila terdapat yang menempuh jalan yang salah tersebut, dapat kita nasehatkan dengan meminjam ungkapan Tionghoa :" Hendaknya segera menarik tali kekang kuda di tepi jurang " dan berhenti berbuat kesalahan selanjutnya, berhenti menyebar-nyebarkan tulisan kebencian.  Segala pikiran negatif dan kuno yang sudah ketinggalan zaman hendaknya dibuang jauh-jauh !

Marilah kita menuliskan dengan tinta emas di lembaran baru sejarah, persatuan dan kesatuan Rakyat Indonesia yang cerdas, positif dan maju menuju masyarakat Adil dan Makmur berdasarkan Pancasila yang kita cita-citakan bersama !






 
.


Rabu, 23 Januari 2013

Mengenang Bung Karno

              MENGENANG BUNG KARNO.

Bangsa Indonesia pernah mempunyai seorang Pemimpin jenius, yang segenap jiwa raganya diabdikan untuk bangsanya.  Bung Karno telah lama tiada, tetapi jasanya tetap dikenang hingga kini, dan ajarannya masih sesuai dengan keadaan dunia saat ini dimana Indonesia termasuk didalamnya.

Bung Karno adalah seorang dari sedikit pemimpin kharismatik dunia yang mengukir sejarah setelah perang dunia kedua usai.  Perjuangannya yang tak kenal lelah demi kemerdekaan dan kemajuan Bangsa Indonesia telah dimulai sejak usia dini.  Dibawah kepemimpinannya Indonesia mencapai kemerdekaan, memperoleh kembali kedaulatan atas Irian Barat, dan Indonesia dalam kurun waktu kurang dari satu generasi telah menjadi negara yang disegani di Asia Tenggara dan Dunia.

Bung Karno adalah seorang Orator yang tiada taranya, pidatonya yang menggelegar dan penuh dengan analisa sejarah dan politik sangat menggugah semangat rakyat Indonesia, dan membangkitkan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia.  Kepercayaan diri yang sangat besar dari Bung Karno telah menjadikan dirinya dan bangsanya sejajar dengan bangsa-bangsa besar di dunia.

Ada dua hal yang menyebabkan kejatuhan Bung Karno, yaitu pertama pemikiran Bung Karno yang sangat menjangkau jauh kedepan dan mendahului masanya belum dapat diikuti oleh sebagian dari rakyat Indonesia pada waktu itu, dan kedua keadaan perang dingin antara blok Barat dibawah pimpinan Amerika Serikat dengan blok Timur yang dipimpin oleh Uni Soviet pada waktu itu telah itu menggoncangkan keadaan di Indonesia.

Bahwa pemikiran dan ajaran Bung Karno menjangkau jauh kedepan dan sangat realistis, telah terbukti dengan setelah perang dingin usai, dan rakyat Indonesia yang berpendidikan tinggi telah bertambah generasi muda kini yang belum lahir ketika Bung Karno wafat, kini meng idolakan Bung Karno dan mengagumi ajaran beliau.

Kini sebuah gerakan besar untuk kembali menjalankan ajaran-ajaran Bung Karno telah mulai terjadi di Indonesia.  Para calon Pemimpin semuanya mensitir ajaran Bung Karno, entah sebagai penarik pengikut atau sungguh-sungguh memahami ajaran beliau dengan semua kebenarannya yang sesuai dengan keadaan Indonesia saat ini.

Kelak apabila semua rakyat Indonesia telah memahami dan menjalankan ajaran Bung Karno terutama Trisakti Tavip, maka kemajuan Indonesia kearah Masyarakat yang Adil dan Makmur akan dapat direalisasikan.  

Mengenang Bung Karno


Sabtu, 19 Januari 2013

MENUJU  NEGARA INDONESIA YANG ADIL DAN MAKMUR :
Memanfaatkan Sumber Daya Alam kita yang kaya.

Pembangunan negara Indonesia menuju masyarakat yang adil dan makmur seyogyanya dilakukan dengan memanfaatkan Sumber Daya Alam kita yang kaya raya dengan maksimal dan rasional.

Beberapa contoh diantaranya, negara kita dikaruniai oleh Tuhan Yang Maha Esa sinar matahari yang ada sepanjang tahun.  Tetapi hingga kini kita termasuk bangsa yang masih sedikit sekali memanfaatkan anugerah Tuhan tersebut.  Bahkan ketika proyek Tenaga Surya mau dimulai belum-belum dananya sudah dikorup sehingga menjadi urusan KPK dan Pengadilan Tipikor baru-baru ini.

Terlepas dari adanya kejadian yang tidak menyenangkan tersebut, niat luhur untuk memanfaatkan tenaga Surya itu harus dengan gigih tetap dilakukan, karena kalu dihitung-hitung itu adalah sumber enersi yang paling murah dan tidak habis dipakai. Yang diperlukan hanya investasi awal yang relatif tidak mahal.  Kita perlu segera dapat memproduksi Solar Cell, dan Accu yang murah dan tahan lama.  Teknologi ini perlu dipelajari oleh seluruh ahli teknik di tanah air. Riset  teknologi dibidang ini perlu dilakukan dengan mendalam dan meluas.

Kelak,  Indonesia akan menggunakan mobil listrik untuk transportasi, sehingga bebas polusi dan tidak menghabiskan BBM.  Stasiun-stasiun pengisian BBM akan beralih atau didampingi oleh stasiun "penggantian Accu dan recharging Accu dengan tenaga Surya"

Bidang Agro misalnya, dimana kita mempunyai tanah yang subur makmur harus dikembangkan secara ilmiah dan produksi hasil bumi itu harus dimaksimalkan.  Bersamaan dengan upaya tersebut agar kemakmuran rakyat petani dapat meningkat, juga harus dilakukan tindakan-tindakan untuk pelestarian Alam dan perbaikan Ekologi secara intensif, hal mana para jebolan Fakultas Pertanian diberbagai daerah kiranya telah sangat menguasai ilmunya.  Disini yang diperlukan adalah dukungan dan political will dari Pemerintah.

Wassalam,
Iskandar Hamzah      


RAKYAT INDONESIA BERSATULAH !

Setiap hari kita disuguhi tayangan diberbagai stasiun TV tentang penderitaan penduduk DKI Jakarta yang sedang menghadapi banjir besar. Sayangnya, sampai saat ini tidak tampak aksi solidaritas terhadap saudara-saudara kita di Jakarta seperti halnya yang sering ditunjukkan oleh berbagai elemen masyarakat kita terhadap penderitaan Rakyat Palestina yang menghadapi gempuran agresi Israel misalnya.

Bahkan, kelihatannya dalam banjir besar saat ini di Jakarta, Gubernur DKI Jokowi seolah-olah berjuang habis-habisan seorang diri, sedangkan pejabat-pejabat yang lain tidak berjuang sekeras dia.
Dimana Persatuan dan Solidaritas rakyat Indonesia seperti saat-saat ketika memperjuangkan kemerdekaan dahulu ?

Apakah Kapitalisme dan Konsumerisme telah merubah watak Gotong Royong dan Sambat-Sinambat bangsa kita ?
Ada suatu negara yang merupakan negara Kapitalis tulen, bahkan dapat dikatakan biangnya Kapitalisme dan Konsumerisme, yaitu Amerika Serikat.  Disamping terjadinya beberapa peristiwa yang menyedihkan dimana orang-orang yang memiliki kelainan mental melakukan penembakan-penembakan yang membabi-buta terhadap sesamanya, secara keseluruhan bangsa Amerika masih mempunyai rasa Solidaritas yang kuat bilamana salah satu bagian dari rakyatnya mengalami musibah atau kepentingan bangsanya terganggu.

Barangkali sebagian jawabannya adalah pendidikan karakter masyarakat yang lalai untuk dilakukan dengan baik.  Mungkin pula pemerintah negara telah kurang tepat dalam menerapkan, kapan harus campur tangan dan kapan seharusnya tidak campur tangan.

Bidang Budaya, Media, Kesenian adalah bidang-bidang yang harus diarahkan sehingga dapat membentuk karakter bangsa yang baik.  Hal ini kiranya adalah lintas Agama dan lintas suku, tetapi harus digerakkan secara Nasional.  Misalnya Badan Sensor harus dapat mencegah ditayangkannya atas nama "kesenian yang bebas "  sinetron-sinetron yang menunjukkan budaya kekerasan, sifat-sifat manusia yang culas dan kejam, sifat pamer kekayaan, dan mendewa-dewakan uang, serta hal-hal cabul.
Gerakan Anti Korupsi telah mulai menampakkan hasilnya berkat usaha yang sungguh-sungguh dari semua pihak, walaupun belum maksimal.

Sebaliknya, biarkanlah rakyat kecil mendapatkan nafkah secara halal, dan jangan diganggu dengan berbagai retribusi, dan "penertiban" oleh Satpol PP atas nama Peraturan Daerah untuk kerapian dan sebagainya.

Terpilihnya Jokowi dan A Hok sebagai Gubernur dan wakil Gubernur DKI Jakarta, telah membuat terobosan bagi Rakyat Tanah Air kearah Pemerintahan yang menggunakan akal sehat, dan benar-benar mencintai Rakyat.  Karena itu, marilah seluruh Rakyat Indonesia bersatu padu, mendukung mereka, agar muncul Jokowi-Jokowi yang lain dinegara kita !

Rakyat Indonesia bersatulah !

Iskandar Hamzah.
.