Sabtu, 19 Januari 2013

RAKYAT INDONESIA BERSATULAH !

Setiap hari kita disuguhi tayangan diberbagai stasiun TV tentang penderitaan penduduk DKI Jakarta yang sedang menghadapi banjir besar. Sayangnya, sampai saat ini tidak tampak aksi solidaritas terhadap saudara-saudara kita di Jakarta seperti halnya yang sering ditunjukkan oleh berbagai elemen masyarakat kita terhadap penderitaan Rakyat Palestina yang menghadapi gempuran agresi Israel misalnya.

Bahkan, kelihatannya dalam banjir besar saat ini di Jakarta, Gubernur DKI Jokowi seolah-olah berjuang habis-habisan seorang diri, sedangkan pejabat-pejabat yang lain tidak berjuang sekeras dia.
Dimana Persatuan dan Solidaritas rakyat Indonesia seperti saat-saat ketika memperjuangkan kemerdekaan dahulu ?

Apakah Kapitalisme dan Konsumerisme telah merubah watak Gotong Royong dan Sambat-Sinambat bangsa kita ?
Ada suatu negara yang merupakan negara Kapitalis tulen, bahkan dapat dikatakan biangnya Kapitalisme dan Konsumerisme, yaitu Amerika Serikat.  Disamping terjadinya beberapa peristiwa yang menyedihkan dimana orang-orang yang memiliki kelainan mental melakukan penembakan-penembakan yang membabi-buta terhadap sesamanya, secara keseluruhan bangsa Amerika masih mempunyai rasa Solidaritas yang kuat bilamana salah satu bagian dari rakyatnya mengalami musibah atau kepentingan bangsanya terganggu.

Barangkali sebagian jawabannya adalah pendidikan karakter masyarakat yang lalai untuk dilakukan dengan baik.  Mungkin pula pemerintah negara telah kurang tepat dalam menerapkan, kapan harus campur tangan dan kapan seharusnya tidak campur tangan.

Bidang Budaya, Media, Kesenian adalah bidang-bidang yang harus diarahkan sehingga dapat membentuk karakter bangsa yang baik.  Hal ini kiranya adalah lintas Agama dan lintas suku, tetapi harus digerakkan secara Nasional.  Misalnya Badan Sensor harus dapat mencegah ditayangkannya atas nama "kesenian yang bebas "  sinetron-sinetron yang menunjukkan budaya kekerasan, sifat-sifat manusia yang culas dan kejam, sifat pamer kekayaan, dan mendewa-dewakan uang, serta hal-hal cabul.
Gerakan Anti Korupsi telah mulai menampakkan hasilnya berkat usaha yang sungguh-sungguh dari semua pihak, walaupun belum maksimal.

Sebaliknya, biarkanlah rakyat kecil mendapatkan nafkah secara halal, dan jangan diganggu dengan berbagai retribusi, dan "penertiban" oleh Satpol PP atas nama Peraturan Daerah untuk kerapian dan sebagainya.

Terpilihnya Jokowi dan A Hok sebagai Gubernur dan wakil Gubernur DKI Jakarta, telah membuat terobosan bagi Rakyat Tanah Air kearah Pemerintahan yang menggunakan akal sehat, dan benar-benar mencintai Rakyat.  Karena itu, marilah seluruh Rakyat Indonesia bersatu padu, mendukung mereka, agar muncul Jokowi-Jokowi yang lain dinegara kita !

Rakyat Indonesia bersatulah !

Iskandar Hamzah.
.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar